
Palembang – Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang menggelar rapat koordinasi bersama tujuh universitas mitra dalam rangka persiapan pelaksanaan Seminar Nasional 2026 yang akan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang. Kegiatan koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan kimia dan kolaborasi akademik tingkat nasional.
Adapun universitas yang terlibat dalam kolaborasi tersebut yaitu Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Palangka Raya, Universitas Malikussaleh, UIN Raden Fatah Palembang, Universitas Mulawarman, dan UIN Syahada Padangsidimpuan.
Rapat koordinasi dilaksanakan secara daring dan dihadiri oleh perwakilan dosen serta panitia dari masing-masing universitas. Dalam forum tersebut, peserta membahas berbagai aspek penting terkait persiapan seminar nasional, mulai dari pembentukan dan pembagian tugas kepanitiaan, penentuan keynote speaker dan invited speaker, hingga teknis pelaksanaan seminar secara hybrid.
Selain itu, forum juga menghasilkan beberapa kesepakatan strategis terkait sistem publikasi seminar, mekanisme pendaftaran peserta dan pemakalah, serta penguatan kolaborasi akademik antarprogram studi pendidikan kimia di Indonesia. Seminar nasional ini direncanakan menjadi wadah berbagi inovasi, penelitian, dan praktik pembelajaran kimia berbasis isu lingkungan, STEM, dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Ketua Program Studi Pendidikan Kimia FITK UIN Raden Fatah Palembang menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga sebagai bentuk penguatan jejaring antarperguruan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan kimia yang lebih kolaboratif dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tujuh universitas tersebut, diharapkan seminar nasional tahun 2026 dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan riset, pembelajaran inovatif, dan penguatan kompetensi dosen maupun mahasiswa di bidang pendidikan kimia.

