
Bandung, 13 Juni 2026 – Delegasi Program Studi Pendidikan Kimia menghadiri International Conference on Advances in Chemistry and Chemistry Education (ICoACCE) 2026 yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung.
Pada sesi pertama, Maija Aksela, dari University of Helsinki, Finlandia, memaparkan materi mengenai pengembangan pendidikan STEM melalui program LUMA STEM Finlandia. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai strategi untuk membangun kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sains. Program tersebut juga dirancang untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap bidang STEM melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis inovasi.
Selanjutnya, Ahmad Zuhairi Abdullah, FASc, PTech, FMIC dari Universiti Sains Malaysia, menyampaikan materi mengenai perkembangan biodiesel sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan. Beliau mengulas berbagai inovasi teknologi biodiesel, tantangan implementasinya dalam skala industri, serta kontribusinya dalam mendukung pengurangan emisi karbon dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Sesi berikutnya menghadirkan Mihye Won dari Monash University, yang membahas pentingnya computational thinking dalam pendidikan sains modern. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa keterampilan berpikir komputasional menjadi salah satu kompetensi esensial abad ke-21 yang dapat membantu peserta didik dalam menganalisis permasalahan kompleks, mengolah data, membangun model ilmiah, serta menghasilkan solusi berbasis bukti.
Berbagai materi yang disampaikan memberikan wawasan baru mengenai tren penelitian terkini, inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, dan pemanfaatan teknologi digital dalam pendidikan kimia. Selain itu, peserta juga memperoleh perspektif internasional terkait penguatan pendidikan STEM dan pengembangan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan global.
#uinradenfatah #pendidikankimiauinradenfatah #uinradenfatahpalembang

