Pada hari Sabtu-Minggu, 22-23 Juni 2024, Prodi Pendidikan Kimia dari UIN Raden Fatah Palembang, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Gorontalo, dan Universitas Malikussaleh mengadakan Seminar Nasional Bersama 2024 dengan tema “Tren Riset Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Acara ini diselenggarakan secara offline dan online melalui aplikasi Zoom Meeting, dengan Universitas Lambung Mangkurat sebagai host. Acara secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Suyanta, M.Si, Ketua Divisi Pendidikan Kimia Himpunan Kimia Indonesia (HKI)
Acara ini menghadirkan dua keynote speaker ternama, yaitu Prof. Yuli Rachmawati, Ph.D dari Universitas Negeri Jakarta dan Muhammad Abdulkadir Martoprawiro, Ph.D dari Institut Teknologi Bandung. Prof. Yuli Rahmawati dalam paparannya memberikan materi mengenai “Tren Penelitian Pendidikan Kimia dalam Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Menurut beliau tren penelitian pendidikan kimia kedepan lebih banyak berfokus pada pada pendidikan karakter, inovasi pendekatan dan model-model pembelajaran seperti system thinking, sustainability education, STEM/STEAM, etnokimia, culturally responsive pedagogy, global citizenship education, socioscientific issues, value-based learning, value knowledge education, social emotional learning, integrasi teknologi dalam pembelajaran seperti virtual reality dan augmented reality atau pemanfaatan Artificial Intelegence dan topik lain menjadi tren penelitian yang relevan.
Pembicara ke dua Muhammad Abdulkadir Martoprawiro, Ph.D atau yang lebih akrab dipanggil pak kaka membawakan materi “Arah Perkembangan Riset Ilmu Kimia di Indonesia Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Dalam paparannya beliau menyebutkan Trend penelitian Kimia di Indonesia memiliki cakupan yang luas. Beberapa yang menonjol antara lain Nanoteknologi, Kimia Bioinformatik, Energi Terbarukan, serta Kimia Permukaan dan Antarmuka, disamping penelitian yang berbasis kekayaan alam Indonesia, seperti Kimia Organik Bahan Alam, Kimia Mineral dan Oksida Logam, Enzim Termofilik, serta Kimia Material berbasis alam.
Kedua pembicara utama ini memberikan wawasan mendalam tentang perkembangan dan inovasi terkini dalam bidang pendidikan kimia dan ilmu kimia, serta bagaimana riset di bidang ini dapat berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Selain itu, UIN Raden Fatah Palembang juga mengirimkan tiga invited speaker, yaitu Moh. Ismail Sholeh, M.Pd; Pandu Jati Laksono, M.Pd.; dan Ravensky Yurianty Pratiwi, M.Si. Ketiga pembicara ini menyampaikan presentasi tentang penelitian terbaru mereka dan berbagi pengalaman serta pengetahuan mereka dalam bidang pendidikan kimia.
Seminar Nasional Bersama 2024 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi pendidikan kimia dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di Indonesia. Acara ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu dan informasi, tetapi juga memperkuat kolaborasi antar institusi pendidikan dalam upaya memajukan pendidikan kimia di Indonesia.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan dapat tercipta sinergi dan kerjasama yang lebih erat antara perguruan tinggi dalam mengembangkan riset pendidikan kimia yang berkualitas, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pencapaian tujuan Indonesia Emas 2045.