Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Pelambang mengadakan PKM dengan tema pelatihan penyusunan soal HOTS untuk mengembangkan kemampuan literasi dan pedagogik siswa di MAN 1 Prabumulih dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis Tanggal 11-12 Oktober 2023.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Hari Pertama
Kegiatan hari pertama pada hari Rabu, 11 Oktober 2023 diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Dr. Ratna Farwati, M.Pd. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru-guru MAN 1 Prabumulih beserta dosen dan Staf Prodi Pendidikan Kimia FITK UIN Raden Fatah Palembang. Sebelum dilaksanakan kegiatan PkM, Prodi Pendidikan Kimia Kimia FITK UIN Raden Fatah Palembang dan MAN 1 Palembang menandatangani MoU untuk kegiatan-kegiatan yang telah disepekati sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi Dosen.
Gambar 1. Penandatanganan MoU
Setelah dilaksanakan penandatanganan MoU, acara inti dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Prodi Pendidikan Kimia yaitu Dr. Indah Wigati. Dalam kata sambutanya, Dr. Indah Wigati, M.Pd mengucapkan terima kasih banyak atas kesempatan yang diberikan MAN 1 Prabumulih untuk Prodi Pendidikan Kimia melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, harapanya kedepan kegiatan ini dapat berlanjut. Selanjutnya kata sambutan dari Pihak Sekolah yang diwakili oleh Bapak Budiman, S.Pd. Wakil kepala sekolah Bidang Humas memgapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Prodi Pendidikan Kimia yang sangat bermanfaat bagi guru-guru di MAN 1 Prabumulih. Harapanya Prodi Pendidikan Kimia memiliki kegiatan berkelanjutan kedepannya. Setelah acara pembukaan selesai, dilanjutkan dengan materi dari delapan narasumber.
Gambar 2. Foto Bersama Pembukaan
Materi Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul prinsip literasi dalam pembelajaran disampaikan oleh Moh.Ismail Sholeh, M.Pd. Dalam paparan materinya disampaikan Pelaksanaan gerakan literasi harus berimbang dengan ragam teks dan memperhatikan hal yang memang menjadi kebutuhan peserta didik. Harus disesuaikan dengan perkembangan peserta didik dan sesuai dengan karakteristiknya. Literasi melibatkan interprestasi, kolaborasi, konvensi, pengetahuan kultural, pemecahan masalah, releksi dan refleksi diri serta penggunaan bahasa. Perlunya terintegrasi dengan seluruh kurikulum.
Urgensi literasi bagi siswa disampaikan oleh Pandu Jati Laksono, M.Pd. Literasi menjadi penting ketika dikaitkan dengan kemajuan suatu negara, karena satu di antara ciri atau karakter negara yang maju biasanya memiliki indikator tingginya minat baca warganya yang merupakan bagian dari literasi itu sendiri. Di era teknologi dan informasi yang kemajuannya begitu pesat, literasi digital menjadi sesuatu yang urgen untuk dipenuhi. Kecakapan dalam literasi akan melatih diri peserta didik kita untuk bisa beradaptasi menghadapi soal-soal high order thinking skills (HOTS).
Gambar 3. Penyampaian Materi Oleh Narasumber Pandu Jati L, M.Pd
Materi prinsip pedagogik dalam pembelajaran oleh Resti Tri Astuti, M.Pd berisikan Prinsip pedagogik yang memperkuat proses pembelajaran meliputi memahami peserta didik secara mendalam, merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, menjadikan siswa-siswi lebih dewasa, melatih anak-anak agar dapat mencari jalan keluar ketika menghadapi suatu masalah dan pemahaman kurikulum. Selanjutnya materi, urgensi pedagogik dalam pembelajaran disampainkan oleh Ravensky Yurianty , S.Pd.,M.Si. Beliau menyampaikan bahwa pentingan pedagogik bertujuan untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dan pengajaran, mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa, meningkatkan keterampilan sosial dan kemandirian siswa, meningkatkan kualitas pengajaran melalui pendekatan yang berbeda-beda untuk setiap siswa. Materi kelima mengenai konsep pembelajaran berorientasi HOTS disampaikan oleh Dr. Ratna Farwati, M.Pd. Kurikulum Merdeka lebih menekankan pada kemampuan observasi siswa terhadap lingkungan sekitarnya di dalam proses pembelajaran, sehingga konsep tersebut cocok dengan HOTS dimana siswa diharapkan terbiasa dalam memecahkan masalah dan mampu membuat solusi terbaik berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.
Gambar 4. Penyampaian materi dari narasumber Dr. Ratna Farwati, M.Pd
Materi selanjutnya beralih kepada evalusi dalam pembelajaran. Materi assesment diagnostik disampaikan oleh Dr. Indah Wigati, M.Pd. Asesmen diagnostik merupakan penilaian/asesmen kurikulum merdeka yang dilakukan secara spesifik dengan tujuan untuk mengidentifikasi atau mengetahui karakteristik, kondisi kompetensi, kekuatan, kelemahan model belajar peserta didik, sehingga pembelajaran dapat dirancang sesuai dengan kompetensi dan kondisi peserta didik yang beragam. Asesmen diagnostik bertujuan untuk mendiagnosis kemampuan dasar dan kondisi awal siswa ketika memulai masa pembelajaran. Selanjutnya Narasumber Etrie Jayanti, M.Pd menyampaikan materi tentang assessment HOTS dalam Kurikulum Merdeka. Penyampaian materinya diantaranya dalam Kurikulum Merdeka dikenal tiga jenis penilaian, yaitu penilaian sebagai pembelajaran, penilaian untuk pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan bagian penting dalam Kurikulum Merdeka. Penggunaan HOTS mengubah fokus penilaian dari mata pelajaran individual menjadi survei literasi, numerasi, dan karakter. Literasi tidak hanya mengukur kemampuan membaca tetapi juga kemampuan menganalisis isi bacaan dan memahami konsep di baliknya.
Gambar 5. Penyambapain materi oleh Narasumber Siti Marfuah, M.Pd
Siti Marfuah, M.Pd memberikan pelatihan dan desain kuis HOTS Interaktif dengan aplikasi Kahoot dan Quiziz. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat digunakan sebagai media dalam melaksanakan evaluasi. Siti Marfuah, M.Pd menjelaskan secara singkat mengenai manfaat aplikasi tesrsebut dan mengajak guru mempraktekan langsung pada gawai yang dimiliki oleh guru. Kegiatan hari pertama ditutup dilanjutkan besok harinya.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Hari Kedua
Hari Kamis Tanggal 12 Oktober 2023, kegiatan dilanjutkan dari hari pertama. Kegiatan diawali dengan pretest mengenai HOTS. Setelah diberikan pre-test, delapan narasumber melanjutkan pemberian materi. Dr. Ratna Farwati, M.Pd sebagai pembuka materi pada hari kedua menyampaikan materi berjudul pentingnya penelitian di bidang HOTS. Penelitian di bidang HOTS penting untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kemampuan berpikir tingkat tinggi dan bagaimana meningkatkannya dalam pendidikan. Materi selanjutnya yaitu penerapan HOTS dalam analisis isu gender disampaikan oleh Dr. Indah Wigati, M.Pd. Penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam analisis isu gender dapat membantu dalam mengidentifikasi dan mengungkapkan kedudukan, fungsi, peran, dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi . Dalam konteks ini, HOTS dapat digunakan untuk menganalisis isu gender dengan cara mengidentifikasi kesenjangan gender dari aspek peran, akses, kontrol, dan manfaat .
Gambar 6. Penyampaian Materi oleh Narasumber Dr. Indah Wigati, M.Pd
Materi Lesson Plan with HOTS Model disampaikan oleh Pandu Jati Laksono, M.Pd. Dalam materinya berisikan Model-model pembelajaran berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills atau sering disingkat HOTS ini terdiri atas tiga model pembelajaran, yaitu (1) model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning), (2) model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-based Learning/PBL), (3) model Pembelajaran Berbasis Projek (Project- based Learning/PJBL). Materi selanjutnya mengenai capaian pembelajaran, tujuan Pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran dalam kurikulum Merdeka oleh Resti Tri Astuti, M.Pd. Dalam materinya disampaikan pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai strategi untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pada kurikulum merdeka.
Gambar 7. Penyampaian Materi oleh Narasumber Resti Tri Astuti, M.Pd
Gambar 8. Penyampaian Materi oleh Narasumber Etrie Jayanti, M.Pd
Setelah pesetrta mendapatkan bekal mengenai pedagogik, literasi, kurikulum Merdeka, dan HOTS. Materi selanjutnya yaitu langkah penyusunan dan telah soal HOTS disampaikan oleh Etrie Jayanti, M.Pd. Adapun Langkah-langkah penyusunan soal HOTS adalah sebagai berikut yaitu memilih KD yang dapat dibuat soal HOTS, menyusun kisi-kisi soal, memilih stimulus yang menarik dan kontekstual, menulis butir pertanyaan sesuai dengan kisi-kisi soal, dan membuat pedoman penskoran (rubrik) atau kunci jawaban. Setelah diberikan paparan langkah penyusunan soal HOTS. Narasumber Ravensky Yurianty , S.Pd.,M.Si memaprakan soal-soal HOTS dalam pembelajaran untuk beberapa Pelajaran di Sekolah.
Gambar 8. Penyampaian Materi oleh Narasumber Ravensky Yurianty P, M.Si
Materi selanjutnya yaitu pengunaan Teknologi, Aplikasi, dan perangkat lunak pendukung penyusunan Soal HOTS disampaikan oleh Siti Marfuah, M.Pd. Untuk mendukung penyusunan soal HOTS, terdapat beberapa aplikasi dan perangkat lunak yang dapat digunakan, sehingga mempermudah guru dalam proses evaluasi. Materi terakhir yaitu pendampingan pembuatan soal HOTS yang disampaikan oleh Moh.Ismail Sholeh, M.Pd. Semua peserta dibagi dalam beberapa kelompok kemudian diberi intruksi oleh narasumber. Semua narasumber mendampingi peserta dalam diskusi kelompok. Setelah semua acara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan post tes dan penutupan acara. Penutupan acara dihadiri oleh wakil kepala sekolah, guru dan staf tata usaha MAN 1 Prabumulih beserta seluruh dosen dan staf Prodi Pendidikan Kimia FITK UIN Raden Fatah Palembang.