
Palembang – Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi melalui keterlibatan dosen sebagai stakeholder dan alumni pada kegiatan penyusunan kurikulum Program Sarjana dan Magister Pendidikan Kimia di Universitas Sriwijaya.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga dosen Program Studi Pendidikan Kimia FITK UIN Raden Fatah Palembang, yaitu Pandu Jati Laksono, Ravensky Yurianty Pratiwi, dan Resti Tri Astuti. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan pendidikan abad ke-21, perkembangan ilmu kimia, serta tuntutan dunia kerja dan masyarakat.
Dalam forum tersebut, para peserta mendiskusikan berbagai aspek strategis kurikulum, mulai dari capaian pembelajaran lulusan, integrasi teknologi dan pembelajaran berbasis STEM, penguatan literasi sains, hingga relevansi kurikulum dengan isu keberlanjutan dan Sustainable Development Goals (SDGs). Keterlibatan stakeholder dan alumni dinilai penting untuk memastikan kurikulum yang disusun tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan lapangan dan perkembangan global.
Kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan kurikulum merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan kimia di Indonesia. Menurutnya, kurikulum yang baik harus mampu membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi tantangan pendidikan dan lingkungan di masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk penguatan jejaring akademik antara UIN Raden Fatah Palembang dan Universitas Sriwijaya dalam mendukung pengembangan pendidikan kimia yang berkualitas dan berdaya saing. Selain sebagai alumni, kehadiran dosen Pendidikan Kimia FITK UIN Raden Fatah Palembang menunjukkan pengakuan terhadap kompetensi akademik dan profesional dosen di tingkat regional.

