WhatsApp Image 2023-10-24 at 09.04.33

Prodi Pendidikan Kimia Sukses Selenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Kimia (SNPK) II 2023

Selasa 24 Oktober 2023, Prodi Pendidikan Kimia FITK UIN Raden Fatah Palembang bersama HMPS Prodi Pendidikan Kimia mengadakan kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Kimia (SNPK) II Tahun 2023. Kegiatan seminar nasional ini merupakan kegiatan rutin Prodi Pendidikan Kimia yang diadakan setiap tahun. Tema yang diangkat dalam SNPK II ini adalah”Integrasi Teknologi dan Lingkungan pada Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi” dengan menghadirkan narasumber Dr. Rusmansyah, M.Pd Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan; Dr. Nova Kurnia, M.Pd Universitas Pendidikan Mandalika Nusa Tenggara Barat; Kartika Metafisika, S.Si., M.Pd STAI Taruna Surabaya; Moh. Ismail Sholeh, M.Pd dari UIN Raden Fatah Palembang.
Kegiatan SNPK ini dilaksanakan secara offline di Gedung FITK Kampus B, dan secara online menggunakan aplikasi zoom.  Hadir dalam kegiatan ini Dekan FITK UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Ahmad Zainuri, M.Pd.I., Kaprodi Pendidikan Kimia Dr. Indah Wigati, M.Pd.I., Sekprodi Pendidikan Kimia M.Ismail Sholeh, M.Pd., Humas FITK, Dosen Pendidikan Kimia, para tamu undangan, HMPS, dan Mahasiswa peserta  seminar yang berjumlah sekitar 119 orang.
Ketua panitia Dr. Indah Wigati, M.Pd.I., menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap panitia dan Narasumber yang telah menyempatkan waktu untuk memberikan materi  seminar di FITK UIN Raden Fatah Palembang. Beliau berharap agar 27  paper yang akan dipresentasikan dapat terpublish prosiding ataupun jurnal.
 
Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FITK Prof. Dr. Zainuri, M.Pd.I. Beliau menyambut baik kegiatan ini karena meningkatkan nuansa akademik di FITK. Senada dengan Kaprodi, Beliau juga berharap, karya ilmiah yang dipresentasikan di seminar ini dapat dijadikan prosiding  atau dimuat dijurnal.
Kegiatan pembukaan seminar nasional ini diakhiri dengan doa, pemberian sertfikat, dan sesi foto bersama, yang dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Narasumber.
Paparan materi dimoderatori oleh Etrie Jayanti, M.Pd (dosen Prodi Pendidikan Kimia). Paparan pertama disampaikan oleh Kartika Metafisika, S.Si., M.Pd dari STAI Taruna Surabaya beliau menyampaikan materi mengenai Pemanfaatan Sumber Belajar Berbasis Konteks Untuk Mendesain Pembelajaran Kimia. Dalam paparannya narasumber menyampaikan mengenai Literasi sains merupakan goal di bidang pendidikan sains dan menjadi fokus peningkatan kompetensi di madrasah melalui AKMI. dari program peningkatan literasi sains ini diupayakan bagaimana para guru dapat mendesain lingkungan belajar dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada di sekitar dan memanfaatkan teknologi, mengelola proses belajar menggunakan berbagai model pembelajaran berpusat pada peserta didik yang beragam, serta memantau proses belajar dengan memberi umpan balik
Paparan kedua disapaikan oleh Dr. Rusmansyah dari Universitas Lambung Mangkurang Banjarmasin dengan judul Integrasi Teknolog dan Lingkungan pada Pembelajaran Berdiferensiasi dapat Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Peserta Didik. Dalam paparannya narasumber mengkaji konsep, tantangan, dan peluang integrasi teknologi dan lingkungan pada pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.
Paparan ketiga disampaikan oleh Moh. Ismail Sholeh dari UIN Raden Fatah Palembang dengan Judul Kemampuan Artificial Intelligence (ChatGPT) dalam memecahkan persoalan pada Konsep Kimia Dasar. Dalam paparannya narasumber menyampakan bahwa bahwa Kesulitan yang dihadapi ChatGTP 3.5 dalam menyelesaikan persoalan konsep kimia dasar sebagian besar masuk dalam kategori pemahaman konsep, kedalaman, menerapkan konsep dan pemecahan masalah, tetapi kebalikannya ChatGTP 4.0 sudah sangat baik dalam mengatasi kesulitan dalam setiap kategori pemahaman konsep kimia dasar
Paparan keempat dan terakhir disampaikan oleh Dr. Nova Kuria, M.Pd dari Universitas Pendidikan Mandalika Mataram dengan judul “Melatih Berpikir Tingkat Tinggi Melalui Pengelohan Pempek Palembang”. Paparan narasumber menyampaikan mengenai  Tantangan dan permasalahan dalam bidang kesehatan dan pangan sebagai kebutuhan dasar hidup masih terus meningkat. Berbagai persoalan tersebut diantaranya keracunan makanan, pangan yang terbuang sia-sia, penggunaan bahan berbahaya bukan untuk pangan, hingga kasus hoax makanan. Pendidikan kimia melalui perkuliahan kimia pangan harus mengambil bagian dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, terutama dengan menyiapkan mahasiswa calon guru kimia yang kritis, responsif, dan solutif.
Setelah sesi narasumber dilanjutkan dengan sesi pararel dari dosen dan mahasiswa sebanyak 27 paper dengan berbagai judul artikel . Output dari kegiatan ini adalah terbitnya paper di proseding pada laman http://proceedings.radenfatah.ac.id/index.php/snpk . (admin)
Tags: No tags

Leave a Comment