Untitled design (27) (1)

Bina UMKM Lokal, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia FITK Berkontribusi Tingkatkan Produksi dan Inovasi Anyaman Bambu

Di era yang semakin canggih saat ini, banyak sektor yang bergerak untuk terus berkembang, salah satunya UMKM. UMKM harus ikut maju dan naik kelas agar bisa dikenal lebih luas. Berawal dari lokal, UMKM Indonesia harus bisa tembus tingkat internasional.
Mahasiswa FITK UIN Raden Fatah Palembang yakni Khairul, Nasya dan Fadli yang merupakan Tim Khanasli jurusan Pendidikan Kimia, turut aktif membantu dan berkontribusi dalam membuat UMKM naik kelas. Salah satu UMKM yang akan dibina adalah “UMKM Anyaman Bambu Pak Ojik”.
Pembinaan ini berawal dari kegiatan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Kepala Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dan Kebijakan Jasa Industri (POPTIKJI), Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) dengan UIN Raden Fatah Palembang yang telah terselenggara pada 12 Oktober 2022. Pada kegiatan tersebut turut mengundang Alumni dan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang yang memiliki usaha yang bergerak di bidang kewirausahaan, salah satunya Tim Khanasli (Khairul, Nasya dan Fadli) yang merupakan Finalis Rising Up Creativity of 2nd SMEEC.
Pada kesempatannya, bersama UMKM yang mereka bina yaitu UMKM anyaman bambu Pak Ojik, tim Khanasli melakukan expo produk di tengah kegiatan tersebut, di dampingi oleh Dosen Pembina Dr. Ratna Farwati, M. Pd.  Produk yang mereka jajakan yaitu tempat pensil, keranjang bawang, vas bunga dinding, piring saji makan serta tampah dengan berbagai ukuran yang semuanya terbuat dari bambu.
Stan expo produk tim Khanasli dikunjungi oleh banyak orang, salah satunya Dr. Ir. Heru Kustanto, M. Si., selalu Kepala POPTIKJI, dan Wakil Rektor 3 Dr. Hj. Hamidah, M.Ag.  Produk tradisional yang diinovasikan ke model modern ternyata membawa ketertarikan bagi mereka. BSKJI dan POPTIKJI serta Kementerian Perindustrian menawarkan dan memberi saran untuk mengupgrade produk ini agar lebih inovatif lagi.
Untuk meningkatkan produksi dan inovasi anyaman bambu Ojik, Tim Khanasli berkunjung ke UMKM Anyaman Bambu Pak Ojik yang berlokasi di lorong Srinanti, Sungai Gerong, Banyuasin. Pembinaan UMKM Anyaman Bambu Pak Ojik ini berlangsung mulai dari 22 Juli 2022 s/d sekarang. Sesuai dengan nama nya, UMKM ini bergerak di bidang kerajinan; berupa anyaman bambu, hiasan dan produk-produk bambu lainnya. “UMKM ini dimiliki oleh seorang lansia berusia 81 tahun yang akrab dipanggil Pak Ojik, walau usianya tidak muda lagi namun semangatnya tidak pernah padam,” ujar Khairul.
Produk yang dibuat Ojik pada UMKM ini, yaitu tampah, tanggok dan keranjang cabai. Khairul, Nasya dan Fadli menyumbangkan ide untuk melakukan inovasi produk pada UMKM ini. Setelah berdiskusi, banyak inovasi produk yang telah dibuat berkat bantuan Khairul dan kawan-kawan. Adapun produk-produk inovasi baru yang telah dibuat, yaitu tampah dengan berbagai ukuran, piring saji, keranjang bawang, asbak, tempat pensil, tanggok, kotak tisu bambu, vas bunga dinding, lampu hias dan nampan bambu.
Selanjutnya dilakukan pemasaran produk secara langsung dan online, pemasaran produk secara langsung dilakukan dengan cara menjual produk secara langsung kepada konsumen, melakukan suplai produk ke toko-toko perabotan dan menggelar stan penjualan. Sedangkan pemasaran produk secara online dilakukan dengan cara menjual produk di platform media sosial, seperti Shoppe (bamboe_kito), Facebook (Anyaman Bambu Pak Ojik) dan instagram. Selain itu, di instagram @anyamanbambu_pakojik terdapat kisah menarik seputar perjuangan Ojik selaku owner UMKM ini.
“Alhamdulillah, kini UMKM Anyaman Bambu Pak Ojik sudah melangkah sedikit demi sedikit. Semoga dengan adanya inovasi produk yang baru dan unik pada UMKM ini dapat menjadi nilai jual dan ketertarikan untuk masyarakat.  Bersama produk-produk nya, semoga UMKM Anyaman Bambu Pak Ojik dapat naik kelas dan dapat dikenal lebih luas hingga kanca Internasional” ungkap Fadli.
Nasya juga berharap dengan adanya pembinaan ini dapat memajukan UMKM yang ada. “Semoga dengan adanya pembinaan ini dapat membantu para pengrajin bisa menghasilkan karya-karya yang kreatif, inovatif sehingga menarik para penjual untuk membeli sebagai kebutuhan mereka dan tentunya dapat mencapai daya jual yang tinggi untuk membantu perekonomian Pak ojik di Desa Sungai Gerong. Membantu pengrajin memanfaatkan komoditi lokal berupa bambu yang diubah menjadi anyaman dan peralatan berguna lainnya, serta meningkatkan daya jual dengan memanfaatkan media sosial media dan marketplace. “tutur Nasya.
Tim Khanasli juga mengucapkan terimakasih kepada pihak yang sudah mendukung sangat baik untuk UMKM ini, kepada Kepala Desa Sungai Gerong, dan Karang Taruna Desa Sungai Gerong yang turut membantu kinerja tim Khanasli.
Tags: No tags

Leave a Comment