Rabu, 12 Oktober 2022, kegiatan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) dan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara UIN Raden Fatah Palembang dengan Pusat Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi dan Kebijakan Jasa Industri (POPTIKJI) dan Badan Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) telah terselenggara. Selain itu, ada pula kuliah umum bertemakan Technoenterprenuer oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.
Kegiatan ini berlokasi di lantai 4, Auditorium Gedung Rektorat, Kampus B UIN Raden Fatah Palembang. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga mengundang alumni dan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang yang memiliki usaha atau produk dagang. Perwakilan dari Prodi Pendidikan Kimia yaitu Tim Khanasli (Khairul, Nasya dan Fadli) yang merupakan Finalis Rising Up Creativity of 2nd SMEEC. Tim ini tengah melakukan pembinaan terhadap UMKM Anyaman Bambu Pak Ojik. Selama perencanaan dan pelaksanaan pembinaan UMKM, Ketua Prodi Pendidikan Kimia Dr. Indah Wigati, M.Pd.I., Sekretaris Prodi Moh. Ismail Sholeh, dan Dosen Pembina HMPS Ratna Farwati, M.Pd. turut mendampingi tim ini dan memfasilitasi tim ini sampai dengan expo produk pada kegiatan hari ini. Prodi Pendidikan Kimia sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh para mahasiswa.
Pada acara expo produk, mereka membawa tempat pensil, keranjang bawang, vas bunga dinding, piring saji makan serta tampah dengan berbagai ukuran yang semuanya terbuat dari bambu. Produk-produk ini adalah produk dari UMKM Anyaman Bambu Pak Ojik yang merupakan UMKM binaan tim Khanasli.
Stan Expo produk Tim Khanasli di kunjungi oleh banyak orang, salah satunya Bapak Dr. Ir. Heru Kustanto, M.Si. selaku Kepala POPTIKJI, Bapak Syamdian, S.T., M.Si. selaku Kepala BSPJI Palembang, dan Wakil Rektor 3 UIN Raden Fatah Palembang, Ibu Dr. Hj. Hamidah, M.Ag. Produk tradisional yang di inovasikan ke model modern ternyata membawa ketertarikan bagi mereka. BSKJI dan POPTIKJI serta Kementerian Perindustrian menawarkan dan memberi saran untuk mengupgrade produk ini agar lebih inovatif lagi. “Nantinya produk-produk ini bisa di bawa ke balai kita, terkait teknisi, pengecetan, atau pewarnaan produk bisa di bawa ke balai karena di sana ada alat khususnya”. Ujar Bapak Heru Kustanto.
Senang sekali rasanya, UMKM yang di bina Tim Khanasli mendapat sorotan publik. Nasya, salah satu anggota Tim Khanasli memberi apresiasi bangga terkait UMKM anyaman bambu Pak Ojik. “Produk-produk inovasi yang kami tawarkan dapat di realisasikan oleh Pak Ojik, Alhamdulillah, kini UMKM anyaman bambu Pak Ojik melangkah maju sedikit demi sedikit. Harapan dari kami semoga pihak Kementerian Perindustrian dapat bekerja sama dengan UMKM ini, karena hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk membangun UMKM anyaman bambu Pak Ojik agar lebih maju, lagi, lagi dan lagi”.