Pada Selasa 15 Oktober 2024, Prodi Pendidikan Kimia FITK UIN Raden Fatah Palembang bersama HMPS Prodi Pendidikan Kimia mengadakan kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Kimia ke-3 Tahun 2024. Kegiatan seminar nasional ini merupakan kegiatan rutin Prodi Pendidikan Kimia yang diadakan setiap tahun. Tema yang diangkat dalam SNPK ke-3 ini adalah “Kimia dan etika: membangun profesional Berkarakter Melalui pendidikan religius untuk menghadapi tantangan global” dengan menghadirkan narasumber Muhammad Reza, M.Si dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh; Annisa Meristin, M.Pd dari Universitas Lampung; Dr. Ratna Farwati, M.Pd dari UIN Raden Fatah Palembang.

Kegiatan SNPK ini dilaksanakan secara offline di Gedung FITK Kampus B, dan secara online menggunakan aplikasi zoom. Hadir dalam kegiatan ini Dekan FITK UIN Raden Fatah Palembang Dr. Muhamad Fauzi, M.Ag., Kaprodi Pendidikan Kimia Dr. Annisa Astrid, M.Pd., Dosen Pendidikan Kimia, HUMAS FITK, para tamu undangan, HMPS, dan Mahasiswa peserta seminar yang berjumlah sekitar 125 orang.

Ketua Prodi Pendidikan Kimia Uaian Raden Fatah Pelembang Dr. Annisa Astrid, M.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap panitia dan Dosen Prodi Pendidikan Kimia yang telah berupaya keras sehingga kegiatan SNPK ke-3 bisa terlaksana dan berterimakasih kepada para Narasumber yang telah menyempatkan waktu untuk memberikan materi seminar di FITK UIN Raden Fatah Palembang. Beliau beharap Seminar Nasional Pendidikan Kimia dapat memberi pengetahuan dan wawasan baru, dan dengan adanya seminar dapat meningkatkan prestasi, dan dapat di publikasi di jurnal inter eks.

Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FITK Dr. Muhamad Fauzi, M.Ag., Beliau Mengapresiasi prodi pendidikan kimia UIN Raden Fatah Palembang yang telah terakreditasi unggul, beliau berharap semoga prodi pendidikan kimia tersus menjadi lebih baik, dan menjaga terus Prodi Pendidikan Kimia agar terus terakditasi unggul. Beliau juga berharap semoga kegiatan seminar dapat memberikan manfaat dan menambah ilmu baru baik bagi Prodi Pendidikan Kimia maupun mahasiswa.

Kegiatan pembukaan seminar nasional ini diakhiri dengan doa, pemberian sertifikat, dan sesi foto bersama, yang dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Narasumber.

Paparan materi dimoderatori oleh Pandu Jati Laksono, M.Pd (dosen Prodi Pendidikan Kimia). Paparan pertama disampaikan oleh Muhammad Reza, M.Si dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh beliau menyampaikan materi mengenai Pemanfaatan Limbah Cangkang Kelapa Sawit sebagai Karbon Aktif: Perspektif Pembelajaran Kimia dalam Konteks Moderasi Beragama di PTKI.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa bahan ajar terintegrasi hasil penelitian pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit sebagai karbon aktif dan instrumen penilaian sikap moderasi beragama dinilai sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Uji kelayakan yang dilakukan oleh para ahli menunjukkan bahwa bahan ajar ini relevan, jelas, dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan berperan dalam pengembangan sikap moderasi beragama mahasiswa. Pengukuran sikap moderasi beragama menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki perspektif yang positif terhadap moderasi beragama. Sikap yang diukur mencerminkan bahwa mahasiswa tidak hanya menyadari pentingnya moderasi beragama, tetapi juga berkomitmen untuk menerapkannya, terutama dalam konteks keberlanjutan lingkungan dan tanggung jawab sosial.
Paparan kedua disampaikan oleh Annisa Meristin, M.Pd dari Universitas Lampung beliau menyampaikan materi dengan judul membangun generasi berkarakter dengan pembelajaran etnosains.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa Ilmu Kimia di SMA merupakan fondasi yang sangat penting bagi pemahaman ilmiah siswa, guru berperan dalam membentuk karakter melalui pengajaran kimia yang menyenangkan, pendidikan yang menghadapi tantangan global.
Paparan terakhir disampaikan oleh Dr. Ratna Farwati, M.Pd dari UIN Raden Fatah Palembang beliau menyampaikan materi mengenai Potensi pembelajaran Kimia Dalam Mengaktulisasikan profil pelajar pancasila pada kurikulum merdeka.

Dalam paparannya, beliau menyampaikan bahwa pembelajaran kimia yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila memiliki potensi besar untuk mengembangkan generasi muda Indonesia unggul secara intelektual, spiritual, dan berkarakter. Dengan strategis implementasi yang tepat, pembelajaran kimia dapat menjadi fondasi dalam mewujudkan profil pelajar pancasila dan mempersiapkan generasi emas Indonesia. Setelah sesi narasumber dilanjutkan dengan sesi pararel dari dosen dan mahasiswa sebanyak 22 paper dengan berbagai judul artikel . Output dari kegiatan ini adalah terbitnya paper di proseding pada laman http://proceedings.radenfatah.ac.id/index.php/snpk. (admin)