Sabtu, 09 Mei 2020 Divisi Eksperimen Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia melaksanakan SEMPOLAN (Seminar Motivasi Online) yang dilaksanakan di grup WhatsApp pada pukul 11.00 WIB. Dengan tema “Impianmu Kuliah di luar Negeri jangan sampai Down karena Lockdown” dengan Pemateri Rina Febrina Sarie, S.Pd, M.Tesol. Pemateri ini berasal dari Sumatera Selatan dan sekarang berdomisi di Australia. Kegiatan ini dibuka untuk umum dan peserta nya mencapai kurang lebih 500 orang dari seluruh wilayah di Indonesia dan dari berbagai jenjang.
Beliau menjelaskan dampak pandemi covid-19 di bidang pendidikan, antara lain: Pembelajaran system daring (online learning), Penundaan keberangkatan ke luar negeri, Penundaan seleksi beasiswa dan beasiswa dihentikan. Beliau juga memberikan beberapa tips untuk belajar online selama pandemi covid ini, yang pertama Manajemen waktu, kedua Persiapkan peralatan yang dibutuhkan seperti handphone, laptop dan jaringan internet, ketiga Fokus untuk belajar dan yang keempat Jaga komuniksi dengan pengajar dan teman sekelas.
Setelah pemaparan materi sesi berikutnya yaitu sesi Tanya jawab yang begitu interaktif. Berikut beberapa pertanyaan dari peserta.
Miswar Saputra mahasiswa asal Aceh dari UIN AR-Raniry Banda Aceh mengajukan pertanyaan “Bagaimana kiat-kiat belajar Bahasa Inggris yang mudah dan cepat dipahami?”
Pemateri memberi jawaban yang harus pertama kalian lakukan yaitu kalian harus mengetahui terlebih dahulu motivasi dan niat anda belajar Bahasa Inggris, selanjutnya Membaca tulisan-tulisan yang berbahasa Inggris setelah membaca anda perlu mendengarkan kosa kata yang berbahasa Inggris
Pertanyaan kedua dari Eidellia Shalsa Violisha Putri asal Bogor dari SMA Muhammadiyah Bogor mengajukan pertanyaan “Tips agar tetap semangat walaupun ditolak masuk perguruan tinggi berkali-kali dan juga informasi untuk beasiswa full lulusan SMA/SMK 2019/2020 apa saja?
Pemateri member jawaban untuk tips yang pertama jangan jadikan kegagalan itu suatu hal yang membuat anda down/putus asa. Untuk informasi beasiswa bisa kalian cari di internet untuk beasiswa S1, seperti pertamina, Telkom dan lain-lain.
Pertanyaan ketiga dari Linda Melati Sukma asal Bangka Selatan dari Universitas PGRI Palembang mengajukan pertanyaan “Bagaimana jika TOEFL kita tidak mencapai 500 atau bisa dibilang tidak mencukupi karena dari pribadi saya sendiri saya sudah mencoba untuk mengikuti TOEFL ini sekitar 2 kali, akankah itu menghambat kita untuk bisa kuliah diluar Negeri?”
Pemateri menceritakan pengalaman dari temannya dan juga memberi motivasi untuk terus berlatih dan jangan putus asa. (HMPS)